Syarat Penetasan telur

1. Suhu dan perkembangan embrio

Embrio akan berkembang cepat selama suhu telur tetap di atas 900F (32, 220C) dan akan berhenti berkembang jika suhu dibawah 800F (26,660C), sesudah telur diletakan dalam alat penetasan atau mesin tetas, pembelahan sel segera berlangsung dan embrio akan terus berkembang sempurna dan menetas. Perlu diperhatikan bahwa suhu ruang penetasan harus sedikit diatas suhu telur yang dibutuhkan. Sehingga suhu yang diperlakukan untuk penetasan telur ayam menurut kondisi buatan dapat sedikit berbeda dengan suhu optimum telur untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Mulai hari pertama hingga hari kedelapan belas diperlukan suhu ruang penetasan antara99 – 1000F (35 – 41,110C), sedangkan pada hari kesembilan belas hingga menetas, sebaiknya suhu diturunkan sekitar 2 – 30F (0,55 – 1,110C). Adapun suhu yang umum untuk penetasan telur ayam adalah sekitar 101 – 1050F (38,33 – 40,550C) atau rata – rata sekitar 100,40F. Cara ini bertujuan untuk mendapatkan suhu telur tetas yang diinginkan.

2. Kelembapan dalam induk buatan

Selama penetasan berlangsung diperlukan kelembapan yang sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan embrio. Kelembaban nisbi yang umum untuk penetasan telur ayam sekitar 60 – 70 %. Kelembaban juga mempengaruhi proses metabolisme kalsium (Ca) pada embrio. Saat kelembaban nisbi terlalutinggi, perpindahan Ca dari kerabang ketulang – tulang dalamperkembangan embrio lebih banyak. Pertumbuhan embrio dapat diperlambat oleh keadaan kelembaban udara yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Sedangkan pertumbuhan embrio optimum akan diperoleh pada kelembaban nisbi mendekati 60%.

Mulai hari pertama hiungga hari kedelapan belas kelembaban nisbi yang diperlukan sebesar 60%, sedangkan untuk hari – hari berikutnya diperlukan 70%. Biasanya, kelembaban dapat diatur dengan memberikan air kedalam mesin tetas dengan cara meletakannya dalam wadah ceper.

3. Ventilasi

Perkembangan normal embrio membutuhkan oksigen (O2) dan mengeluarkan karbondioksida (CO2) melalui pori – pori kerabang telur. Untuk itulah didalam mesin tetas harus cukup tersedia oksigen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *